
Berita

Pengumuman

Hitstat created: Oct 22, 2009
No. Rekening Persembahan
GBI Keluarga Allah
CIMB Niaga ac : 265.01.00070.00.7
BCA ac: 078-0150-777
MANDIRI Cab. S. Riyadi
ac : 138-0000-77700-8
UOB BUANA ac : 008-308-5316
BUKOPIN ac : 1101-02-5577
Bank BII ac : 8-182-003330
Bank NISP ac : 120-800-000-800
===================
Gunakan Firefox Web Browser untuk tampilan yang lebih baik

TULISAN: SUARA GEMBALA
![]()
ARSIP SUARA GEMBALA
[04 Juli 2010] Menabur dan Menuai
Pembacaan Firman Tuhan: Kejadian 8:22
Hari ini kita masih akan melanjutkan Firman Tuhan seri tentang ”Hidup dalam Berkat” dengan tema ”Menabur dan Menuai” sehingga kita bisa menuai banyak kasih karunia dan anugerah dari Allah.
Marilah kita menabur hal-hal yang baik dalam Tuhan sehingga kita menuai hal-hal yang baik di dalam Tuhan.
Hari ini kita masih akan melanjutkan Firman Tuhan seri tentang ”Hidup dalam Berkat” dengan tema ”Menabur dan Menuai” sehingga kita bisa menuai banyak kasih karunia dan anugerah dari Allah.
- Hukum menabur dan menuai adalah hukum yang ditetapkan oleh Allah.
- Selama bumi ini masih ada tak akan berhenti-hentinya hukum menabur dan menuai (Kej. 8:22).
- Tuhan Yesus juga memberi perumpamaan tentang seorang penabur (Mat. 13:1-8).
- Paulus mengajarkan tentang seorang petani yang menabur dan akhirnya menuai (2 Tim. 2:6).
- Jadi kalau kita menabur, kita pasti akan menuai!!!
- Apa yang kita tabur, itu juga yang kita tuai.
- Setiap orang akan menuai menerima seperti apa yang ia tabur (Galatia 6:7).
- Kalau kita menabur jagung maka kita akan menuai jagung. Kalau kita menabur padi tidak mungkin kita menuai salak, kita pasti akan menuai padi juga.
- Kalau kita menabur kejahatan kita akan menuai kejahatan, tetapi kalau kita menabur kebaikan kita pasti juga akan menuai kebaikan.
- Maka kalau kita ingin menuai keuangan, kita juga harus menabur keuangan.
- Jangan berhenti menabur supaya kita tidak berhenti menuai.
- Saat kita kekurangan atau belum menuai, kita harus tetap menabur.
- Petani yang sedang kekurangan tetap harus menabur, sebab kalau tidak maka ia akan terus dicekam kekurangan.
- Saat kita diperlakukan tidak baik, kita tetap harus menabur kebaikan.
- Mintalah benih, jangan minta makan saat kekurangan datang (2 Korinttus 9:10).
- Sebelum taburan kita menghasilkan tuaian, kita tetap harus menabur sebab kita harus menunggu untuk bisa menuai apa yang sudah kita tabur.
- Setelah kita menuai kita harus menabur lagi. Kalau kita berhenti menabur kita juga akan berhenti menuai. Setiap kali kita menuai, kita harus ingat bahwa dalam tuaian kita terkandung benih, artinya kita harus menabur lagi.
- Maka, supaya kita bisa senantiasa diberkati dan jadi berkat, kita harus senantiasa melakukan hukum tabur tuai.
- Jumlah yang kita tuai selalu lebih banyak daripada yang kita tabur.
- Tuaian selalu lebih banyak dari benih yang ditabur.
- Demikian juga dengan benih yang kita tabur didalam Tuhan, nanti juga akan mendatangkan berkat yang jauh lebih melimpah.
- Lukas 6:38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."
- Amsal 11:24 Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.
- Kisah 20:35b ...Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."
- Taburlah di tempat yang tepat.
- Menabur di tempat yang salah tidak akan menuai.
- Perumpamaan benih yang ditabur di pinggir jalan/di tempat yang berbatu-batu/di tanah yang subur.
- Menabur dalam hal-hal duniawi tidak akan menuai berkat dari Kerajaan Tuhan.
- Menabur untuk pekerjaan Tuhan dan sesama akan menuai berkat dari Tuhan.
- Taburlah di waktu yang tepat.
- Menabur di waktu yang tepat akan menghasilkan tuaian yang lebih maksimal.
- Saat ini adalah saatnya pemulihan Pondok Daud dan rahasia pemulihan Pondok Daud adalah supaya kerajaan Tuhan datang, kuasa Tuhan datang, jiwa-jiwa datag dan berkat keuangan datang.
- Maka saat ini adalah saat yang sangat tepat untuk menabur bagi pekerjaan Tuhan dan sesama sehingga kita bisa menghasilkan tuaian yang maksimal.
- Rawatlah benih yang kita tabur.
- Setiap persembahan yang kita berikan kepada Tuhan, baik itu persembahan minggu, persepuluhan, memberi untuk sesama, dll adalah benih yang kita tabur, maka hargailah.
- Buanglah dosa yang merusak, baik dosa penyembahan berhala, perzinahan, penipuan, pencurian, melanggar atau tidak mentaati Firman Tuhan, dll karena semua itu akan merusak benih yang kita tabur.
- Rawatlah dengan iman, doa dan ucapan syukur. Jangan bersungut-sungut atau mengkritik karena Tuhan ingin kita memberi dengan kerelaan hati dan sukacita (2 Korintus 9:7).
- Maka kita akan melihat taburan kita menghasilkan tuaian yang melimpah dalam Tuhan dan kita bisa pakai bekat dari Tuhan itu untuk menjadi berkat bagi diri kita, keluarga, sesama dan pekerjaan Tuhan.
Marilah kita menabur hal-hal yang baik dalam Tuhan sehingga kita menuai hal-hal yang baik di dalam Tuhan.











